Home » » Trik Untuk Mendesain Kemasan

Trik Untuk Mendesain Kemasan

Seringkali, design kemasan yang menarik dan informatif menjadi perlengkapan pemasaran yang vital. Dan, dalam hal ini, designer pun turut mempengaruhi keberhasilan – atau malah kegagalan – produk tersebut di pasar.
“Packaging adalah ilmu, seni dan teknik membungkus atau memproteksi produk untuk memudahkan proses distribusi, penyimpanan, penjualan serta penggunaannya. Packaging juga meliputi proses merancang, mengevaluasi dan memproduksi kemasan. Dengan kata lain, packaging dapat dideskripsikan sebagai sistem yang terkoordinasi untuk mempersiapkan produk agar siap dikirim, disimpan, disalurkan, dipasarkan dan dimanfaatkan oleh pengguna akhirnya.” 
Jadi, jangan sembarang mendesign kemasan ya. Faktor perlindungan, pengawetan serta pembungkusan produk juga perlu menjadi bahan pertimbangan. Selain itu, sebaiknya kemasan pun mencantumkan informasi-informasi penting seputar produk tersebut, agar calon konsumen paham akan produk yang akan dibelinya. Tidak perlu harus menuliskan deskripsi produk yang panjang, hanya pastikan saja bahwa konsumen dapat mengenali jenis produk apa yang ada di dalam kemasan tanpa perlu membukanya. 
Berikut tips agar agar rancangan kemasan semakin oke ; 


1. Unik dan Kreatif 

Jika kamu mau produk (atau kemasan) kamu dilirik banyak orang, buatlah kemasan sekreatif mungkin. Contohlah kemasan sereal sarapan yang sering kali mencantumkan permainan labirin, teka-teki dan lainnya untuk mendorong konsumen untuk membeli produk tersebut.
2. Hati-hati memilih font dan warna 


Warna kemasan sebaiknya disesuaikan dengan jenis produknya. Atau, jika perusahaan telah memiliki warna korporat yang khas, boleh juga tuh diaplikasikan pada kemasan.

Pastikan bahwa kamu menggunakan warna font yang tepat dan kontras. Jangan menggunakan teks oranye pada latar belakang merah atau sejenisnya. Sebagai panduan, buku Color Index bisa digunakan sebagai referensi padanan warna.

Untuk urusan bentuk font, pilih juga yang tepat dan sesuai untuk produk. Jangan gunakan font yang terlalu ‘njelimet’, yang malah sulit dibaca ya.


3. Pastikan label mudah dibaca 

Poin penting nih : Label harus mudah dibaca!

Sebagian besar konsumen membaca dulu informasi seputar produk yang akan mereka beli, karena mereka ingin tahu apa yang mereka beli, dan apakah yang mereka beli itu benar. Maka, sudah jadi tugas kamu untuk memastikan para konsumen bisa membaca informasi yang tercantum pada kemasan dengan baik. Caranya? Ya, dengan memastikan ukuran dan bentuk font yang digunakan mudah dibaca dong.

Konsumen akan membaca label sebelum membuat keputusan untuk membeli. Beberapa kali, mereka akan membandingkan produk tersebut dengan produk lainnya. Nah, kalau kamu mendesign kemasan yang mudah dibaca, dan para konsumen puas dengan informasi yang mereka baca, tentu mereka tidak akan pergi dan mencari produk lain; Mereka akan langsung membelinya.

Masalahnya, hanya butuh beberapa detik di depan rak di supermarket sebelum konsumen memutuskan akan membeli suatu produk. Mereka tidak punya banyak waktu untuk membaca semua label, makanya jangan buang waktu mereka – dan waktumu – dengan mendesign label yang terlalu kecil dan ‘njelimet’ untuk dibaca. Ini termasuk salah satu kesalahan yang sering dilakukan para designer lho sribuddies: Mereka membuat label kemasan yang sangat kecil, sehingga sulit bagi konsumen untuk membacanya. Jangan mengulangi kesalahan ini ya.


4. Memanfaatkan Gambar 
Masyarakat kita sangat mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang dapat dicerna oleh panca indera. Dalam hal kemasan, rangsangan yang paling mudah dicerna adalah rangsangan visual. Karena itu, kamu sebaiknya menyertakan gambar/visual dalam design kemasan kamu, entah gambar kartun, foto produk, foto model atau apa pun. Pastikan saja gambarnya beresolusi tinggi, dan akan tampak bagus tidak peduli seberapa besar atau seberapa kecil ukurannya.

5. Relevansi 
Gambar, bentuk font, warna dan bentuk kemasan haruslah sesuai dengan produk, harus memiliki relevansi dengan jenis produk yang kamu jual. Jangan menempatkan gambar anjing ketika kamu membuat design kemasan untuk hotdog – meskipun ‘dog’ memang berati anjing. Bisa-bisa kamu dituduh menyesatkan konsumen, dan mereka tidak jadi membeli produknya karena berpikir bahwa itu adalah makanan anjing atau terbuat dari daging anjing.

6. Gunakan bahasa yang tepat 


Pilih bahasa yang pas dengan produknya. Konsumen jaman sekarang itu sangat sulit diyakinkan hanya dengan gambar yang indah-indah saja. Mereka butuh informasi – yang berlimpah dan sesuai.

Kamu harus berhati-hati dengan penggunaan bahasa, termasuk untuk urusan ejaan dan tata bahasa. Tak jarang, konsumen menilai kualitas produk dari bahasa yang tercantum pada kemasannya lho. Kalau mereka melihat banyak kesalahan eja atau ketidaksesuaian informasi, bisa-bisa mereka berpikir perusahaan dan produk kamu tidak bonafit dan tidak memiliki kontrol kualitas. Maka, berhati-hatilah dengan isu sensitif ini. Kamu bisa menggaet kepercayaan dan keyakinan konsumen dengan menggunakan tata bahasa yang benar. 



7. Kenyamanan tak boleh terlupakan 


Yang tak kalah pentingnya nih sribuddies, pastikan bahwa kemasan kamu mudah dan nyaman digunakan. Ingatlah bahwa kebanyakan orang yang akan menggunakan produk ini orang sibuk. Jadi, cobalah buat hidup mereka lebih mudah. Jangan mendesign kemasan yang terlalu besar dan sulit dibawa. Percaya deh, semakin ringkas kemasannya, semakin banyak klien yang akan memilihnya.

Oh ya, satu poin lagi yang mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan: Karena dewasa ini kepedulian masyarakat akan Mother Earth atau Bumi pertiwi sedang tinggi, maka bagus juga tuh kalau kemasan yang kamu design terbuat dari bahan-bahan daur ulang atau yang ramah lingkungan. Pasti deh kemasan kamu semakin dilirik – setidaknya oleh para pecinta lingkungan.


8. Terlihat kokoh dan rapi 

Salah satu fungsi utama kemasan adalah untuk melindungi produk. Dan, bagi para konsumen, keamanan produk ini adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi lho. Makanya, kemasan harus selalu tersegel atau tertutup rapat, karena pasti konsumen ogah membeli produk yang kemasannya terlihat terbuka atau rusak.

Lantas, kaitannya dengan kamu apa? Nah, sebagai designer, kamu harus mencari cara agar design kemasan kamu tidak mudah robek atau menganga. Juga, agar kemasan terbuat dari bahan yang kuat, sehingga tidak mudah penyok saat diangkut ke gudang, atau saat dijajakan di rak, atau saat dimasukkan ke plastik, dan sebagainya. Jadi, sebelum kamu terkena masalah besar karena kemasan mudah koyak atau rusak, pastikan design kemasan kamu dapat tertutup dengan sempurna dan melindungi produk yang ada di dalamnya.


9. Mudah dibuka


Nah, di sisi lain, kemasan juga tidak boleh terlalu rapat sampai sulit dibuka konsumen. Jadi, kamu harus melihat masalah dari dua sisi: Di satu sisi, pastikan kemasan tidak mudah terbuka dan rusak saat diangkut, didistribusikan dan dipasarkan, namun di sisi lain, kemasan mesti cukup mudah dibuka saat sudah sampai ke tangan konsumen. Sekali lagi, pikirkan betapa sibuknya konsumen yang membeli produk kamu, dan bayangkan kekesalan mereka saat sudah sampai di rumah, tak sabar ingin menggunakan produk yang baru saja dibelinya, namun kemasannya begitu bandel dan sulit dibuka. Bete, kan?

Nah, kalau kemasan produk kamu memang sulit dibuka, pastikan kamu mencantumkan cara-cara membukanya. Kalau bisa, lengkapi juga dengan instruksi bergambar. Bahkan jika kemasannya tergolong mudah dibuka sekalipun, tak salah kok untuk menyertakan instruksi cara membukanya. Siapa tahu saja konsumen membutuhkannya.

Sumber : sribu.com
Judul : Trik Untuk Mendesain Kemasan
Rating : 100% based on 79599 ratings. 297 user reviews.
Ditulis Oleh hasan aji
Thanks atas kunjungan Sobat beserta kesediaannya untuk membaca artikel ini. Jika ada yang kurang paham dapat ditanyakan melalui kotak komentar dibawah ini namun di larang berkomentar yg mengandung SARA.

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts